Overblog
Edit post Follow this blog Administration + Create my blog
GARUDA BISNIS

Pelajari Biaya Kontraktor Gudang Terbaru untuk Hindari Pembengkakan Biaya

September 29 2020 , Written by timseogaruda

Salah satu hal yang paling penting untuk dipersiapkan sebelum membangun adalah biaya, budget, atau dana. Sedikit berbeda dengan pembangunan rumah, jenis biaya kontraktor gudang terbaru terbilang cukup beragam.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk mencari jasa kontraktor yang benar-benar berpengalaman dan ahli dalam bidangnya. Sebab, Rancangan Anggaran Biaya atau RAB biasanya ditentukan bersama, yakni antara kontraktor dan pengguna jasa.

Jenis-jenis Biaya Kontraktor Gudang Terbaru

Bagi seseorang yang awam dengan dunia konstruksi pasti sedikit bingung dengan perhitungan biaya yang dibutuhkan. Pasalnya, struktur gudang jelas berbeda dengan bangunan lainnya, baik tampak luar maupun bagian dalam.

Oleh karena itu, biaya kontraktor gudang terbaru perlu dihitung secara mendetail dan terperinci. Hal ini bertujuan agar tidak ada pembengkakan biaya yang terlalu besar saat proses pembangunan. Lantas, biaya apa saja yang dibutuhkan?

1. Biaya Langsung atau Direct Cost

Direct cost adalah semua biaya yang berhubungan secara langsung dengan proses pelaksanaan pembangunan proyek di lapangan. Biaya kontraktor gudang terbaru ini dapat dihitung melalui volume pekerjaan, serta harga satuan pekerjaan.

Biaya langsung tersebut masih dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu

  1. Biaya material, yaitu semua biaya yang dikeluarkan untuk membeli material bangunan. Biaya ini dihitung berdasarkan analisis harga material per satuan.
  2. Biaya upah buruh, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk membayar buruh yang bekerja di proyek.
  3. Biaya peralatan atau equipments, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengadakan peralatan yang dibutuhkan dalam pembangunan. Biasanya, peralatan tersebut didapatkan dengan cara menyewa kepada pihak ketiga.

2. Biaya Tidak Langsung atau Indirect Cost

Indirect cost adalah ragam biaya kontraktor gudang terbaru yang tidak berhubungan secara langsung dengan proses pembangunan. Meskipun demikian, biaya ini tidak dapat dihapuskan dari anggaran dana.

Biasanya, biaya tidak langsung ini tidak dihitung secara eksplisit atau terperinci saat penyusunan RAB. Namun, tetap perlu diperkirakan untuk mengantisipasi adanya biaya yang dikeluarkan di luar biaya pokok. Biaya tidak langsung tersebut dibagi dua jenis, yaitu:

a. Biaya tak terduga atau unexpected costs,

Merupakan jenis biaya yang dipersiapkan untuk kejadian yang mungkin terjadi maupun tidak akan terjadi. Misal, proyek yang mengalami kebanjiran atau kecelakaan kerja. Biaya ini biasanya sebesar 0.5 hinnga 5% dari total biaya proyek.

Ada pun kejadian yang termasuk ke dalam biaya kontraktor gudang terbaru dan tidak terduga adalah

  • Biaya akibat kesalahan saat pembuatan gambar kerja
  • Kesalahan kontraktor dalam melaksanakan tugas
  • Ketidakpastian subjektif atau perbedaan interprestasi dan pemahaman pekerja
  • Ketidakpastian objektif atau keadaan di luar kendali manusia
  • Variasi efisisensi atau variasi dari sumber daya yang diperlukan

b. Biaya keuntungan atau profit

Merupakan jenis biaya yang diberikan kepada pekerja di luar gaji yang sudah disepakati. Biaya ini dapat berupa bonus karena keahlian tertentu, maupun kompensasi atas terjadinya kecelakaan kerja.

3. Biaya Overhead

Biaya overhead adalah biaya dari kontraktor gudang terbaru yang tidak terkait dengan pembangunan secara langsung, tetapi tetap dimasukkan dalam anggaran. Sebab, biaya ini berpengaruh terhadap kelancaran proses pembangunan proyek.

Berikut adalah manfaat keberadaan biaya overhead dalam pembangunan proyek:

  • Mengetahui alokasi biaya proyek dengan lebih terperinci dan mendetail.
  • Mendapatkan perhitungan RAB yang lebih tepat, karena ada sumber dana jika sewaktu-waktu ada kejadian tidak terduga.
  • Sebagai langkah pengawasan terhadap pengeluaran biaya overhead yang perlu dikeluarkan.

Biaya overhead ini termasuk biaya kontraktor gudang terbaru yang terbilang cukup besar dan sulit dikendalikan. Oleh karena itu, persentase yang disediakan untuk biaya overhead berada di kisaran 15% dari total biaya proyek.

Biaya overhead tersebut dibagi menjadi dua jenis, yaitu

  1. Biaya overhead kantor, meliputi sewa kantor beserta fasilitas, izin usaha, gaji pegawai, iuran anggota asosiasi, serta referensi bank
  2. Biaya overhead lapangan, meliputi kantor di lapangan, gudang, pagar, transportasi, penerangan, izin bangunan, dan lain sebagainya.

Sistem Pembayaran Biaya Proyek

Setelah mengetahui tentang macam-macam biaya kontraktor gudang terbaru, maka langkah yang tidak kalah penting adalah mengetahui sistem pembayaran. Hal ini perlu mendapat perhatian lebih, demi keamanan dan kelancaran pembangunan.

Tidak sedikit proyek mangkrak akibat kesalahan dalam pembuatan RAB ataupun kontraktor yang kabur. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat kontrak kerja secara resmi, berikut dengan sistem pembayarannya.

Berikut adalah sistem pembayaran biaya kontraktor gudang terbaru yang sering diterapkan di pasaran:

1. Sistem Termin

Sistem termin membagi pembayaran ke dalam empat tahap yang dibayarkan sesuai progres pembangunan. Sebelum proyek dimulai, Anda perlu memberikan uang muka sebesar 20-30% dari harga total proyek. Selanjutnya, dapat diatur sesuai kesepakatan.

2. Sistem Cost and Fee

Sistem cost and fee, kontraktor bertindak sebagai pengelola proyek dan mengambil 10% dari harga proyek sebagai upah. Sistem ini lebih praktis, tetapi harus dilakukan dengan perusahaan yang benar-benar terpercaya seperti CV GRIYA CIPTA PRADHANA.

Sebab, kontraktor yang asal Bali ini sudah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dalam dunia konstruksi. Oleh karena itu, soal keahlian untuk menghitung total biaya kontraktor gudang terbaru tidak perlu diragukan lagi.

Share this post
Repost0
To be informed of the latest articles, subscribe:
Comment on this post